{"id":1658,"date":"2026-11-01T11:10:51","date_gmt":"2026-11-01T04:10:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/?p=1658"},"modified":"2026-11-01T11:11:26","modified_gmt":"2026-11-01T04:11:26","slug":"docker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/","title":{"rendered":"Docker"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengenal Docker: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Developer<\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam dunia pengembangan perangkat lunak, developer sering menghadapi permasalahan ketika aplikasi berjalan dengan baik di komputer sendiri, tetapi mengalami kendala ketika dipindahkan ke komputer lain atau server. Permasalahan tersebut biasanya berkaitan dengan perbedaan sistem operasi, versi bahasa pemrograman, konfigurasi lingkungan, hingga dependensi aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu teknologi yang dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut adalah <strong>Docker<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker merupakan platform yang memungkinkan developer untuk mengemas aplikasi beserta seluruh dependensi yang dibutuhkan ke dalam sebuah lingkungan terisolasi yang disebut container. Dengan teknologi ini, aplikasi dapat dijalankan secara lebih konsisten di berbagai lingkungan, baik komputer lokal, server pengembangan, maupun server produksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, apa sebenarnya Docker, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa teknologi ini banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi modern?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Docker?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker adalah platform open-source yang digunakan untuk mengembangkan, mengirimkan, dan menjalankan aplikasi menggunakan teknologi containerization.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, Docker memungkinkan sebuah aplikasi dikemas bersama komponen pendukungnya, seperti library, konfigurasi, runtime, dan dependensi lainnya, ke dalam sebuah container.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Container tersebut dapat dijalankan pada berbagai lingkungan yang mendukung Docker tanpa harus melakukan konfigurasi ulang secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, seorang developer mengembangkan aplikasi berbasis PHP dan MySQL. Aplikasi tersebut membutuhkan PHP versi tertentu, database MySQL, serta konfigurasi tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa Docker, developer harus memastikan seluruh komponen tersebut terpasang dan dikonfigurasi secara manual pada setiap komputer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan Docker, lingkungan aplikasi dapat didefinisikan dalam konfigurasi tertentu sehingga developer lain dapat menjalankan aplikasi menggunakan lingkungan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Docker dalam Pengembangan Aplikasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker memiliki beberapa fungsi penting dalam proses pengembangan perangkat lunak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menyamakan Lingkungan Pengembangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker membantu memastikan aplikasi berjalan menggunakan lingkungan yang konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, developer menggunakan PHP 8.2 dan MySQL 8.0. Dengan Docker, versi tersebut dapat ditentukan sehingga anggota tim lainnya dapat menggunakan konfigurasi yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mempermudah Deployment Aplikasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Deployment merupakan proses memindahkan aplikasi dari lingkungan pengembangan ke lingkungan produksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker membantu proses tersebut karena aplikasi telah dikemas bersama dependensi yang dibutuhkan. Hal ini dapat mengurangi risiko perbedaan konfigurasi antara komputer developer dan server.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Isolasi Aplikasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap container dapat memiliki lingkungan yang terpisah dari container lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, developer dapat menjalankan dua aplikasi dengan versi PHP berbeda pada satu komputer tanpa harus mengubah instalasi PHP utama pada sistem operasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Container berbagi kernel sistem operasi host sehingga umumnya lebih ringan dibandingkan menjalankan virtual machine yang masing-masing membutuhkan sistem operasi tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mendukung Pengembangan Berbasis Microservices<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker dapat membantu pengembangan arsitektur microservices, yaitu pendekatan pengembangan aplikasi dengan membagi sistem menjadi beberapa layanan yang memiliki tanggung jawab berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap layanan dapat dijalankan dalam container masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengenal Komponen Utama Docker<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memahami cara kerja Docker, terdapat beberapa komponen utama yang perlu diketahui.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Docker Image<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker Image merupakan template atau cetak biru yang digunakan untuk membuat container.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Image berisi kebutuhan aplikasi, seperti sistem file, runtime, library, dan konfigurasi yang diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya adalah image PHP, MySQL, Nginx, dan Ubuntu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Docker Container<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker Container merupakan instance atau hasil eksekusi dari sebuah Docker Image.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Docker Image diibaratkan sebagai cetakan, maka Docker Container adalah hasil yang dibuat menggunakan cetakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Container dapat dijalankan, dihentikan, dihapus, dan dibuat kembali sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Dockerfile<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dockerfile merupakan file konfigurasi yang berisi instruksi untuk membangun Docker Image.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, developer dapat membuat Dockerfile untuk menentukan versi PHP, direktori kerja, instalasi ekstensi, dan perintah yang akan dijalankan ketika container dimulai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Docker Compose<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker Compose merupakan alat untuk mendefinisikan dan menjalankan aplikasi yang terdiri dari beberapa container menggunakan satu file konfigurasi, biasanya bernama <code>compose.yaml<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, aplikasi web dapat membutuhkan beberapa layanan sekaligus, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>PHP untuk menjalankan aplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>MySQL untuk menyimpan data.<\/li>\n\n\n\n<li>Nginx sebagai web server.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan Docker Compose, seluruh layanan tersebut dapat didefinisikan dan dijalankan melalui satu konfigurasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Kerja Docker?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara kerja Docker dimulai ketika developer membuat konfigurasi aplikasi menggunakan Dockerfile atau mengambil image yang sudah tersedia dari Docker Hub.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, prosesnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Developer menentukan kebutuhan lingkungan aplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Docker membangun image berdasarkan instruksi Dockerfile.<\/li>\n\n\n\n<li>Image digunakan untuk membuat container.<\/li>\n\n\n\n<li>Container menjalankan aplikasi beserta dependensinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Aplikasi dapat diakses melalui port yang telah dikonfigurasi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, developer ingin menjalankan aplikasi berbasis Nginx menggunakan Docker.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Developer dapat menggunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">docker pull nginx<\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perintah tersebut digunakan untuk mengambil Docker Image Nginx dari registry.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, container dapat dijalankan menggunakan perintah:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">docker run -d -p 8080:80 --name web-nginx nginx<\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterangan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><code>docker run<\/code>: Membuat dan menjalankan container.<\/li>\n\n\n\n<li><code>-d<\/code>: Menjalankan container di background.<\/li>\n\n\n\n<li><code>-p 8080:80<\/code>: Menghubungkan port 8080 pada komputer dengan port 80 pada container.<\/li>\n\n\n\n<li><code>--name web-nginx<\/code>: Memberikan nama container.<\/li>\n\n\n\n<li><code>nginx<\/code>: Image yang digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah container berjalan, developer dapat membuka browser dan mengakses:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><code>http:\/\/localhost:8080<\/code><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika konfigurasi berhasil, halaman default Nginx akan ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Docker dan Virtual Machine<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker sering dibandingkan dengan Virtual Machine (VM). Keduanya dapat digunakan untuk menjalankan lingkungan aplikasi yang terisolasi, tetapi memiliki pendekatan berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker menggunakan container yang berbagi kernel sistem operasi host, sedangkan Virtual Machine menjalankan sistem operasi sendiri melalui hypervisor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut perbandingannya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Aspek<\/th><th>Docker Container<\/th><th>Virtual Machine<\/th><\/tr><tr><td>Teknologi<\/td><td>Containerization<\/td><td>Hardware virtualization<\/td><\/tr><tr><td>Sistem operasi<\/td><td>Berbagi kernel host<\/td><td>Memiliki OS sendiri<\/td><\/tr><tr><td>Ukuran<\/td><td>Umumnya lebih ringan<\/td><td>Umumnya lebih besar<\/td><\/tr><tr><td>Waktu startup<\/td><td>Umumnya lebih cepat<\/td><td>Umumnya lebih lama<\/td><\/tr><tr><td>Penggunaan resource<\/td><td>Relatif efisien<\/td><td>Relatif lebih besar<\/td><\/tr><tr><td>Isolasi<\/td><td>Tingkat proses dan sistem<\/td><td>Tingkat mesin virtual<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker bukan berarti sepenuhnya menggantikan Virtual Machine. Keduanya dapat digunakan bersama sesuai kebutuhan infrastruktur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan dan Kekurangan Docker<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan Docker<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kelebihan Docker antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Portabilitas: Aplikasi dapat dijalankan pada berbagai lingkungan yang mendukung Docker.<\/li>\n\n\n\n<li>Konsistensi: Lingkungan pengembangan dan produksi dapat dibuat lebih seragam.<\/li>\n\n\n\n<li>Efisiensi: Container umumnya membutuhkan resource lebih sedikit dibandingkan VM.<\/li>\n\n\n\n<li>Skalabilitas: Mempermudah pengelolaan dan pengembangan layanan aplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Otomatisasi: Mendukung proses pengembangan dan deployment aplikasi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kekurangan Docker<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun memiliki banyak kelebihan, Docker juga mempunyai beberapa keterbatasan:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Membutuhkan pemahaman tambahan mengenai image, container, network, dan volume.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengelolaan konfigurasi dapat menjadi kompleks ketika aplikasi memiliki banyak container.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesalahan konfigurasi dapat menimbulkan masalah keamanan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak semua aplikasi cocok dijalankan menggunakan container.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Penggunaan Docker untuk Aplikasi Laravel<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker juga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan aplikasi berbasis Laravel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, developer sedang membangun aplikasi Laravel yang membutuhkan PHP, MySQL, dan Nginx.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa Docker, developer perlu memasang dan mengatur masing-masing komponen pada komputer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan Docker Compose, layanan tersebut dapat didefinisikan dalam satu file konfigurasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh sederhana <code>compose.yaml<\/code>:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">services:\n  app:\n    image: php:8.2-cli\n    container_name: laravel-app\n    working_dir: \/var\/www\/html\n    volumes:\n      - .\/:\/var\/www\/html\n\n  database:\n    image: mysql:8.0\n    container_name: laravel-db\n    environment:\n      MYSQL_ROOT_PASSWORD: root\n      MYSQL_DATABASE: laravel\n    ports:\n      - \"3306:3306\"<\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh tersebut memperlihatkan bagaimana layanan aplikasi PHP dan database MySQL dapat didefinisikan dalam satu file.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diperhatikan bahwa konfigurasi tersebut masih berupa ilustrasi dasar. Untuk menjalankan Laravel secara lengkap, developer perlu menambahkan kebutuhan seperti ekstensi PHP, Composer, web server, konfigurasi jaringan, serta pengaturan database.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docker merupakan salah satu teknologi penting dalam pengembangan aplikasi modern. Dengan menggunakan containerization, developer dapat mengemas aplikasi bersama dependensi yang dibutuhkan sehingga proses pengembangan, pengujian, dan deployment menjadi lebih konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen seperti Docker Image, Docker Container, Dockerfile, dan Docker Compose merupakan dasar yang perlu dipahami sebelum menggunakan Docker dalam proyek nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi mahasiswa, programmer pemula, maupun praktisi IT, mempelajari Docker dapat menjadi langkah awal untuk memahami praktik pengembangan perangkat lunak modern, DevOps, dan pengelolaan infrastruktur aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memahami konsep dan cara kerja Docker, developer dapat membangun lingkungan pengembangan yang lebih terstruktur, efisien, dan mudah direplikasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal Docker: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Developer<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1660,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[110,687],"tags":[713,715,688,88,111,714],"class_list":["post-1658","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-php","category-server","tag-docker","tag-git","tag-linux","tag-php","tag-server","tag-version-control"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Docker - YELLOWWEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_GB\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Docker - YELLOWWEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengenal Docker: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Developer\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YELLOWWEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-11-01T04:10:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-11-01T04:11:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/docker.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"yellowweb\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"yellowweb\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimated reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"yellowweb\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/75188044e080844724e381ab6a5b9829\"},\"headline\":\"Docker\",\"datePublished\":\"2026-11-01T04:10:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-01T04:11:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/\"},\"wordCount\":1116,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/docker.jpg\",\"keywords\":[\"docker\",\"git\",\"linux\",\"php\",\"server\",\"version-control\"],\"articleSection\":[\"PHP\",\"Server\"],\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/\",\"name\":\"Docker - YELLOWWEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/docker.jpg\",\"datePublished\":\"2026-11-01T04:10:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-01T04:11:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/75188044e080844724e381ab6a5b9829\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/docker.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/docker.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/docker\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Docker\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YELLOWWEB.ID\",\"description\":\"Kursus Web Design | Kursus Web Programming | Mobile Web Apps | Digital Marketing\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/75188044e080844724e381ab6a5b9829\",\"name\":\"yellowweb\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5afd1bfac26e9377e8f5e36afb624cf3690dd31cb07c3961dfbc736b9ff1912f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5afd1bfac26e9377e8f5e36afb624cf3690dd31cb07c3961dfbc736b9ff1912f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5afd1bfac26e9377e8f5e36afb624cf3690dd31cb07c3961dfbc736b9ff1912f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"yellowweb\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yellowweb.id\\\/blog\\\/author\\\/yellowweb\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Docker - YELLOWWEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/","og_locale":"en_GB","og_type":"article","og_title":"Docker - YELLOWWEB.ID","og_description":"Mengenal Docker: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Developer","og_url":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/","og_site_name":"YELLOWWEB.ID","article_published_time":"2026-11-01T04:10:51+00:00","article_modified_time":"2026-11-01T04:11:26+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/docker.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"yellowweb","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"yellowweb","Estimated reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/"},"author":{"name":"yellowweb","@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/#\/schema\/person\/75188044e080844724e381ab6a5b9829"},"headline":"Docker","datePublished":"2026-11-01T04:10:51+00:00","dateModified":"2026-11-01T04:11:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/"},"wordCount":1116,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/docker.jpg","keywords":["docker","git","linux","php","server","version-control"],"articleSection":["PHP","Server"],"inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/","url":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/","name":"Docker - YELLOWWEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/docker.jpg","datePublished":"2026-11-01T04:10:51+00:00","dateModified":"2026-11-01T04:11:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/#\/schema\/person\/75188044e080844724e381ab6a5b9829"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/docker.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/docker.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/docker\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Docker"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/","name":"YELLOWWEB.ID","description":"Kursus Web Design | Kursus Web Programming | Mobile Web Apps | Digital Marketing","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/#\/schema\/person\/75188044e080844724e381ab6a5b9829","name":"yellowweb","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5afd1bfac26e9377e8f5e36afb624cf3690dd31cb07c3961dfbc736b9ff1912f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5afd1bfac26e9377e8f5e36afb624cf3690dd31cb07c3961dfbc736b9ff1912f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5afd1bfac26e9377e8f5e36afb624cf3690dd31cb07c3961dfbc736b9ff1912f?s=96&d=mm&r=g","caption":"yellowweb"},"sameAs":["https:\/\/www.yellowweb.id"],"url":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/author\/yellowweb\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1658","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1658"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1658\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1661,"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1658\/revisions\/1661"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yellowweb.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}